(*keterangan: YN=Your Name)
Kamu menatap Greyson yang sedari tadi hanya duduk
dibangkunya, terdiam sambil mencorat-coret kertas. Kamu tau, dia baru putus
dengan Lauren. Kamu tau, Lauren adalah orang paling sempurna dimata Greyson. Kamu
tau Lauren adalah cinta pertamanya. Tentu saja Greyson susah melupakan Lauren. Kamu
tau itu semua karena kamu memang menyukainya sejak dulu, tapi dia tidak pernah
meresponmu hahaha. Sebenarnya kamu sedikit senang dengan berita Greyson putus
dengan Lauren, karena kamu memiliki kesempatan lebih untuk mendapatkannya. Tapi
kamu juga sedih dan tidak menyangka karena Greyson patah hati separah ini. Kamu
memang berbeda dengan Lauren, mungkin berbeda jauh. Menurutmu, kamu biasa saja
tidak ada istimewanya dibanding Lauren. Tapi kamu senang bisa mengenal Greyson
dan sebaliknya. Kamu bersyukur karena kalian berada dalam satu kelas. Greyson
anak yang pendiam, pintar matematika, baik dan mahir dalam bidang musik. Kamu
suka pribadinya. Namun, walaupun kalian saling kenal, kamu sangat jarang
berbicara dengannya. Mungkin bila ada keperluan yang ‘sangat penting’ saja dia
memanggil ataupun berbicara denganmu. Kalau tidak ada keperluan, dia jarang
sekali mengucap satu patah kata pun padamu. Kamu iri dengan Alli. Kenapa cewek
itu bisa sedekat itu dengan Greyson? Mungkin mereka memang bersahabat sejak
dulu. Alli memang baik dan ramah. Berbeda dengan Greyson yang cuek dan pendiam.
Sebenarnya Greyson tidak sependiam hari ini, apa mungkin karena dia masih
mengingat Lauren?
“YN, kamu dan Greyson satu kelompok!”Bisik Emma
Stone, teman sebangku sekaligus sahabat terdekatmu membuyarkan lamunanmu.
“HAH GREYSON!?”Kamu berteriak sangat lantang, itu
membuat seisi kelas memandang heran kearahmu. Emma mencubit lengan kirimu.
“Gak usah teriak!”Bisik Emma yang ikut malu karena
ulahmu.
“Ada masalah apa YN? Kamu tidak setuju dengan
pembagian kelompok yang sudah saya atur?”Tanya Ms. Ellen sambil menaikan alis.
“Bukan” Kamu menggeleng sambil tertawa malu.
“Jadi, maksud kamu apa berteriak seperti itu!?”Tanya
Ms. Ellen. Seisi kelas melihat perbincangan kalian.
“E.. Ma..Maksudku, mau ke kamar kecil Miss, hehehe”Kamu
mengucapkan alasan yang tidak masuk akal sambil berdiri dan menggaruk-garuk
kepala tanda menyesal telah mengucapkan alasan konyol itu, Ms. Ellen hanya
menghela napas, seisi kelas tertawa gaduh. Kamu lihat Greyson seperti tidak
mempedulikan masalah yang terjadi. Mendengar alasanmu, Emma kembali mencubit
lengan kirimu dengan sangat keras dalam waktu yang semakin lama semakin keras.
“Ok, kita lanjutkan…”Ucap Ms. Ellen sambil mengambil
secarik kertas.
“AW!”Sontak kamu berteriak kencang karena dicubit Emma.
“Ada apa lagi YN!?”Tanya Ms. Ellen dengan cukup
sabar.
Kamu hanya menggeleng-geleng.
“Kapan kamu hendak ke kamar kecil YN?”Tanya Ms.
Ellen heran yang sedari tadi kamu hanya berdiri mematung.
“1 jam lagi, Miss..”Ucapmu sambil kembali duduk.
Kelas kembali gaduh dengan suara tertawa. Ms. Ellen kembali menggeleng-geleng.
“Ya.. Saya ulangi, kelompok terakhir yaitu kelompok
5: Emir, Greyson, YN, dan Zayn. Sudah jelas tugas kalian?”Tanya Ms. Ellen.
Semua anak mengangguk tanda mengerti. Kecuali kamu yang tidak tau apa-apa
karena dari tadi sibuk melamun. Payah-_-
Mendengar pertama kalinya kamu satu kelompok dengan
Grey, kamu senang sekali. Semoga ini termasuk momen yang paling membahagiakan,
hahaha.
“Baiklah, silahkan berkumpul bersama kelompok
masing-masing dan diskusikan apa yang akan kalian lakukan untuk tugas
ini!”Perintah Ms. Ellen. DEG!
Kamu melihat kearah meja Greyson. Melihatnya tidak
melakukan perpindahan tempat, maka kamu dan anak-anak lain yang berkumpul
dimejanya. Saat itu kamu baru sadar kalau kamu cewek sendiri, duh tidak enak
sekali. Untung masih ada Emir yang juga sahabatmu sendiri dan kamu juga senang,
karena ada orang paling sesuatu dalam kelompokmu: Greyson chance. LOL.
“Gimana kalau kita ikut kerja jadi kuli
dipembangunan hotel bintang tujuh di sebrang mini market Jl. Champion. Kan
keren!”Usul Andrew.
“Ngaco! Liat tuh, dikelompok kita ada cewek!”Kata
Greyson kurang menyetujui usul Emir.
“Emang kalau YN cewek , kenapa? Kan kita kerja
sama-sama, gak cuma dia sendiri”Kata Emir. Kamu melirik kearah mereka merasa
namamu disebut.
“Masa iya YN disuruh jadi kuli? Gak cocok, pekerjaan
kita harus sesuai sama apa yang kita semua bisa.”Kata Zayn. Greyson dan Emir
mengangguk-angguk. Kamu yang sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan
,hanya terdiam sambil memerhatikan mereka.
“Kalau kita ikut memulung sampah?”Usul Zayn.
“Lebih ngaco lagi, Zayn!”Kata Greyson sambil
tertawa.
“Kita kan gak punya bakat dalam bidang itu, lebih
susah dapet hasil menariknya!”Kata Emir.
“Panti asuhan? Tapi ngapain ya? Sumbangan bakti
sosial?”Usul Greyson.
“Itu namanya bukan merasakan penderitaan orang
kurang mampu, Grey”Kata Zayn.
“Butuh banyak tenaga buat itu”Emir menyambungkan.
“Usulan lo apa, YN?”Tanya Zayn melihat dari tadi kamu
hanya diam.
“E.. Sebenernya ini tugasnya apa ya?”Tanyamu
frontal. GUBRAK.
“1jam tadi lo ngapain, YN!?”Tanya Zayn gereget.
“Maaf..Maaf”Katamu sedih.
“Udah gak perlu jadi masalah, jadi tugas kita itu
adalah merasakan penderitaan orang yang kurang mampu, tapi kalau bisa pekerjaan
itu bisa dilaksanakan dengan baik dan gak ngerepotin kita-kita juga. Nanti
laporan hasil dari pekerjaan kita diketik dikertas HVS minimal 5 lembar.
Ngerti, YN?”Emir menjelaskan itu semua. Kamu mengangguk tanda mengerti.
“Pengamen? Gimana kalau kita ikut ngamen, semuanya
berbakat dibidang musik kan?”Usulmu.
“Tepat!”Ucap Zayn sambil menepukan telapak tangannya
satu kali.
“Ngamen?”Tanya Greyson berusaha merespon, dia
melirik kearahmu. Sontak kamu pun melirik kearahnya dan kalian pun bertatapan.
Greyson, matamu….
“Lo bisa main piano, Grey. Suara lo bagus!”Kata
Zayn.Emir mengacungkan jempol.
“Suara lo juga keren, Zayn!”Greyson dan Zayn bertos
ria karena menganggap ini ide yang bagus dan menyenangkan dan juga menyadari
kalau kamu dan Emir juga berbakat dibidang seni.
“Ide lo keren, YN!”Puji Zayn
“Tapi gue gak bisa nyanyi..”Ucap Emir.
“Lo bisa gambar suasana disana, lebih bagus kan
kalau makalah kita ditambah gambar juga?”Usul Greyson.
“Hah?”Emir bingung harus berkata apa karena hanya
pekerjaannya sendiri yang memang tidak termasuk dalam bidang musik.
“Gambar kamu bagus kok..”Kamu berusaha memujinya
sambil menepuk bahunya, karena kenyataannya memang benar. Emir hanya tersenyum
sambil menunjukan gigi-giginya yang berbehel.
“Iya deh, gue setuju!”Akhirnya, semua setuju dengan
keputusan itu.
#skip
TEEEETT… (Dering bel pulang)
Kamu mencoba memberanikan diri untuk menghampiri
Greyson yang sedang merapikan tasnya untuk bergegas pulang. Dag Dig Dug..
“Grey!”Sapa kamu yang sedang degdegan.
“Ada apa?”Tanya Greyson sambil melirik kearahmu lalu
kembali memasukan buku-bukunya kedalam tasnya.
“K..Kamu udah beli kanvas dan alat lukis lain buat besok?”Tanyamu.
Besok memang hari minggu, tapi khusus hari minggu itu diadakan tes melukis.
“Oh iya, belum tuh. Kamu?”Greyson menanya balik.
Baru kali ini kamu berani menyapanya.
“Aku baru mau beli. Mau bareng?”Tawarmu, sebenarnya
kamu takut dengan jawaban Greyson nanti.
“Maaf YN, aku harus latihan sepak bola. Aku beli
sendiri aja”Ucap Greyson sambil tersenyum.
“Mmm oke, tapi ap…”Jawaban Greyson terpotong karena
seseorang memanggilmu.
“YN!”
Aku melihat ke sumber suara yang memanggilku, Emir.
“Ada apa?”Tanyamu.
“Lo udah beli alat lukis?”Tanya Emir. Kamu
menggeleng.
“Beli bareng gue yuk!”Ajak Emir. GUBRAK. Kamu
bingung, harus pilih siapa. Sebenarnya kamu lebih memilih Greyson, tapi kamu
tidak enak dengan Emir.
“A..Aku pergi sama Greyson”Jawabmu akhirnya. Emir
terlihat kecewa.
“Oh yaudah,YN kamu pergi sama Emir aja. Nanti aku
beli sendiri”Kata Greyson sambil menggendong ranselnya.
“Eh..G..Grey, kenapa kita gak pergi bertiga
aja?”Tawarmu agar Greyson bisa pergi bersamamu. Greyson menggeleng.
“Kamu duluan aja, nanti kamu kesorean kalo nunggu
aku selesai latihan”Kamu merasa kecewa
mendengarnya.
“Gapapa deh, aku tunggu kamu sampai selesai
latihan”Kamu terus mencari alasan.
“Gausah YN, kapan-kapan kita bisa pergi bareng kok,
hahaha”Canda Greyson, kamu sedikit ‘terbang’ mendengar kata-kata itu.
“Oh yaudah deh, Bye!”Kamu melambaikan tangan kearah
Greyson dan dia membalasnya sambil tersenyum.
Akhirnya kamu hanya pergi berdua dengan Emir.
*Di tempat parkir sekolah*
“Modus ya?”Tanya Emir sambil tertawa kecil.
“Maksudnya?”Tanya kamu bingung.
“Gausah lo sebut, gue tau lo suka sama dia”Kata Emir
aneh.
“Apaan sih, dia siapa?”Tanya kamu sambil melihat
kearah wajah Emir.
“Greyson”Jawab Emir. DEG! Kamu kaget, karena kamu
hanya bercerita tentang rahasia itu hanya pada Emma.
“Berisik ah! Kalau udah tau, diem!”Kata kamu sambil
tertawa.
“Lo, modus di depan gue”Kata Emir sambil menyalakan
motornya.
“Hahaha, emangnya kenapa?”Tanyamu heran.
Emir hanya diam lalu menaiki motornya.
“Ayo naik..”Ucap Emir mencoba melupakan
perkataannya. Kamu pun naik ke motornya. Motor pun melaju meninggalkan sekolah.
Kamu sadar kalau dulu, Emir memang pernah menembak
kamu. Tapi kamu tolak karena kamu memang suka Greyson dari dulu.
“Mir, kamu masih suka sama aku ya?”Tanyamu
ragu-ragu.
“Hahaha, iya”Jawab Emir jujur sambil menyetir
motornya. Kamu malu dan merasa bersalah.
“Maaf. Soal yang tadi, aku gak bermaksud
manas-manasin kamu. Sumpah, maaf ya”Ucapmu.
“Santai aja”Jawab Emir. Kamu semakin merasa melukai
perasaan sahabatmu sendiri.
#skip
“Emir, ayo pulang”Ajakmu pada Emir yang sibuk
mengotak-atik iphonenya sambil menarik pelan tangannya. Emir melihat kearah
kamu lalu memasukan iphonenya.
“Laper, makan yuk”Ajaknya, akhirnya kamu terpaksa
menurutinya karena kamu juga lapar.
*Di café sebelah*
“Jujur aja, lo suka kan sama Greyson?”Tanya Emir
sambil menyeruput cappuccino nya.
“Ngomong apa sih, engga ko”Jawab kamu menutup-nutupi
masalah itu.
“Plis, gue temenan sama lo kan udah lama, YN”Kata
Emir meyakini kamu. Akhirnya kamu mengangguk dan mengaku.
“Iya, aku emang suka sama Greyson. Lebih dari 2
tahun”Jawab kamu, kalimat yang kamu ucapkan memang sangat pedas untuk dirimu
sendiri.
“2 tahun? Kenapa lo baru bilang sekarang ke gue?
Emma tau tentang ini?”Tanya Emir.
“Emma tau tentang ini. Maaf aku gak bermaksud
beda-bedain kamu sama Emma. Aku ngerasa lebih deket aja sama Emma dibanding
sama kamu”Jawab kamu jujur.
“Iya iya gue ngerti. Sekarang-sekarang gue emang
jarang sama lo. Makanya hari ini gue mau jalan sama lo. Ya, biar kita lebih
deket lagi kaya dulu”Kata Emir.
“Iya iya, aku senang ko bisa deket sama kamu”Ucap
kamu.
“Makasih.”Ucap Emir sambil menunjukan behelnya. Kamu
hanya tersenyum simpul.
“Jangan benci sama Greyson cuma gara-gara ini ya,
tolong..”Pinta kamu. Emir langsung menggeleng cepat.
“Gue emang suka sama lo. Karena itu, apapun
keputusan lo, gue terima. Karena gue juga mau lo bahagia. Walaupun…. Bukan gue
yang bikin lo bahagia”Ucap Emir.
“Tragisss.. hahaha. Santai aja, siapa yang bilang
kamu gak bikin aku bahagia?”Tanya kamu berusaha membuat Emir senang. Emir
kembali tersenyum dan menunjukan behelnya.
#skip
#skip
Send to: Emir Mahira
Message: TFT Mir
|
From: Emir Mahira
Message: TFT juga, YNª
|
Tiba-tiba nomor tak
dikenal meng-sms kamu.
From: 061234567899
Message: YN, tadi
buku sosial kamu ketinggalan di meja aku. Jadi kebawa ke rumahku. Gimana
nih? Hari senin ada PR sosial.
|
Kamu memeriksa buku sosialmu, ternyata memang tidak
ada, Kamu pun bingung memikirkan siapa pengirim sms itu, tadinya kamu kira itu
adalah nomor baru Emma.
Send to: 061234567899
Message: Iya, buku sosialku gak ada. Ini siapa?
|
From: 061234567899
Message: Ini Greyson
|
Send to: Greyson Chance
Message: Haha, kamu tau dari mana nomorku? Gapapa, aku
bisa kerjain disekolah kok.
|
Kamu pun membelalak kaget dan benar-benar tidak percaya. Setahumu, kamu memang membawa buku sosialmu saat mendiskusikan tugas sosial di meja Greyson. Kamu membaca sms itu berkali-kali dan mencoba meyakini bahwa itu benar Greyson, orang yang kamu suka. Kamu pun segera menyimpan nomor Greyson di HPmu.
Kamu benar-benar gemetar mengetahui itu. Antara
senang, malu, dan GR.
From: Greyson Chance
Message: Dibuku sosialmu ada kok nomor HP kamu :p Hah?
Gak, ini kan salahku. Gimana kalau aku ngerjain PR mu? Cuma sedikit kok.
|
Send to: Greyson Chance
Message: Jangan, aku juga salah. Biar aku aja yang ambil
di rumah kamu. Tapi aku gatau rumah kamu-_-
|
From: Greyson Chance
Message: Aku aja yang antar ke rumah kamu. Rumah kamu dimana?
|
Send to: Greyson Chance
Message: Beneran gapapa? Jl. Elegency 3 no. 2
|
From: Greyson Chance
Message: Ok, jam 6 pagi aku kesana
Send to: Greyson Chance
Message: Grey, jam 6-_-
mau ngapain kamu ke rumah aku jam segitu? Cuma nganterin buku.
|
From: Greyson Chance
Message: Lah? Emang gaboleh ya? Besok minggu, kamu gak
jogging?
|
Send to: Greyson chance
Message: Aku males, kamu sering ya?
From: Greyson Chance
Message: Sehat tau :p Kamu ikut aku jogging aja, kali-kali
gitu.
|
Kamu yang tidak percaya akan menerima ajakan itu
langsung melompat-lompat kegirangan seperti orang tidak waras. Kamu pun
langsung menyetujui ajakan Greyson.
Send to: Greyson Chance
Message: Hmm.. Ok, aku ikut kamu deh. Jam 6 pagi kamu kesini
kan? Night, see you!
|
From: Greyson Chance
Message: Iya
|
Greyson memang terlalu cuek, jadi tidak tidak
terlalu memperdulikan ucapan selamat malam dari kamu. Kamu pun tidak memikirkan
dan langsung tertidur pulas.
Esok paginya….
KRING..KRING…KRING..DRRT..DRTT
Handphone-mu berbunyi. Kamu merasakan getaran HP mu
karena kamu menaruhnya disebelah bantalmu.
“APA!?”Teriakmu. Kamu pun terbangun ketika telepon
itu mati. 7 Missed Call. Dan kamu lebih kaget ketika tau kalau yang telepon adalah
Greyson-_- Mau dikata apa kamu?
Kamu pun langsung menelponnya balik.
Kamu:
“Halo, Grey kamu udah nyampe depan rumah ya?”
Greyson:
“Engga ko, aku belum berangkat. Aku kan cuma mau pastiin kamu udah bangun atau
belum”
Kamu:
“Terus, sebenernya jadi gak sih? Ini udah siang, Grey”
Greyson:
“Siang apanya YN? Setengah 6 aja belum”
Kamu pun langsung melihat jam dinding kamarmu yang
menunjukan pukul 05.15
Kamu:
“Hahaha iya maaf, tapi jadi kan?”
Greyson:
“Iya”
Kamu:
“Okedeh”
Greyson:
“Haha, jangan tidur lagi!”
Kamu:
“Iya Iya, udah dulu ya, Grey. Bye, morning!”
Lagi-lagi. Greyson mematikan teleponmu tanpa
membalas ucapan selamat pagi darimu.
“Yah.. dimatiin!”Ujarmu kecewa.
“Hahaha gak
apa-apa deh yang penting telpon hahaha”Dan akhirnya kamu pun tertawa sendiri-_-
Akhirnya kamu bergegas mandi dan sarapan, tak sabar
untuk bertemu Greyson.
TING..TONG..
Bel rumahmu pun berbunyi, kamu yang sedang sarapan
langsung tersendak dan meninggalkan meja makan dan segera membukakan keluar
rumah untuk melihat siapa yang datang.
GREYSON!
“Hai YN, udah mandi kan?”Tanya Greyson dari luar
pagar sambil tertawa.
“Udahlah!” Kamu ikut tertawa sambil membukakan
pagar.
Setelah pagar terbuka. JREENG. Kamu kaget melihat
seorang perempuan berada di sebelah Greyson kamu memperhatikannya.
“Nih bukunya..”Greyson member kamu sebuah buku cetak
tebal.
“Oh iya, hahaha” kamu mengambil buku itu dari tangan
Greyson sambil tertawa tidak jelas.
Kamu bertambah kaget ketika Greyson tiba-tiba merangkul perempuan itu. Dan berkata,
“Oh iya YN, kenalin ini……..”
Bersambung…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
What's on your mind?