“Setiap hari dia selalu kirim aku bunga mawar! Tidak di rumah, di sekolah, dan dimana pun aku bertemu dia. Benar-benar menyebalkan!!”Gerutu Lauren Westphalen dengan penuh amarah sambil menginjak-injak bunga mawar pemberian Greyson.
“Setidaknya, kamu harus tau bahwa dia suka
padamu!”Ujarku.
“Sudah kubilang aku
tidak suka padanya, Bagaimana tidak risih? Dimana-mana aku selalu saja mendapat
kiriman bunga mawar. Sebenarnya dia sepenuhnya memberikannya padaku atau untuk
mempromosikan dagangannya?”Ejek Lauren.
“Hei, Jangan ngaco. Dia
tidak pernah berjualan bunga! Walau begitu, cobalah untuk menghargai
pemberiannya”Kataku sambil tersenyum.
“Huh? Seharusnya dia tau diri, Beraninya terus-menerus mengirimkan bunga pada orang yang tidak menyukainya. Memalukan!”Kata Lauren seenaknya.
“Terserah kamu saja,
aku hanya memberi pendapat”Aku tersenyum sabar.
Scarlet User, 15 tahun. Aku seorang murid sekolah
menengah pertama di sebuah sekolah ternama di Oklahoma. Lauren Westphalen atau
Lauren, sahabatku. Kami berada dalam satu kelas. Orangnya baik dan sangat
terbuka padaku. Pintar, Cantik, juga terlahir dari keluarga yang luar biasa. Ia
juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Karena itu, banyak pula yang suka
padanya. Aku sudah menganggap diri Lauren itu mendekati sempurna. Mengapa
mendekati? Aku kurang suka pada sifatnya yang kurang peduli dan masa bodoh
terhadap orang lain. Greyson Michael Chance, Dia satu angkatan denganku, namun
berbeda kelas. Dia suka pada Lauren. Dialah si pengirim mawar yang paling Lauren
benci. Setiap hari Greyson meminta bantuanku untuk memberi dan menitipkan
mawarnya padaku untuk di berikan pada Lauren. Sayangnya, Lauren memang
betul-betul tidak peduli pada jerih payah Greyson untuk mendapatkannya. Aku tau
Greyson termasuk siswa populer di sekolah ini. Bahkan banyak pula yang suka
padanya. Termasuk kakak kelas-kakak kelasku. Hmm.. aku tidak tau mengapa Lauren
bisa tidak suka dengan Greyson? Menurutku Greyson itu keren, baik, dan kocak.
Dia juga termasuk dalam tim sepak bola sekolah dan mahir dalam hal musik. Aku?
Suka? Sama Greyson? Kayanya tidak! Tapi kalau dia tersenyum mungkin aku
“mendekati suka” hahaha. Ya! Aku tidak bercanda. Senyumnya memang sangat
menarik. Tapi mungkin aku bermimpi dia bisa suka padaku. LOL.
“Hai!”Sapa Greyson saat pulang sekolah. Aku hanya
membalasnya dengan melambaikan tangan sambil tersenyum.
“Boleh aku titip mawar?”Tanyanya sambil membawa
setangkai mawar.
“Tapi Lauren hari ini tidak hadir”Jawabku. Greyson
tertunduk sedih.
“Kenapa tidak coba datang ke rumahnya
langsung?”Tanyaku. Greyson menggeleng.
“Percuma, Lauren tidak akan terima mawarku..”Ucapnya
sedih. Aku jadi tidak tega melihatnya.
“Hmm.. tidak coba menghubungi nomornya? Siapa tau
kalian bisa dekat dan dia mulai tertarik padamu. Mau kuberikan nomornya padamu
sekarang?”Saranku.
Greyson terdiam dan sedih.
“Kenapa?”Tanyaku heran.
“Kamu keberatan ya selama ini aku selalu minta
bantuan kamu? Maaf ..”Ucapnya sambil tertunduk.
“Heey hahaha, kenapa kamu berpikiran seperti itu?
Aku tidak pernah keberatan menolongmu. Aku hanya ingin kamu lebih percaya diri
untuk dekat dengan Lauren”Kataku sambil tersenyum. Greyson menggeleng.
“Perlu banyak waktu untuk itu semua”Sahutnya.
“Ok, aku akan datang ke rumahnya.”Kataku sambil
mengambil setangkai mawar itu dari tangan Greyson.
“Tapi, ini mawar terakhir yang kamu titip ke aku.
Untuk mawar selanjutnya, kamu harus percaya diri untuk memberinya langsung pada
Lauren. Janji?”Tantangku sambil mengulurkan tangan. Greyson terdiam sejenak
lalu mengangguk pasti.
“Janji!”Greyson membalas uluran tanganku.
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
“Lauren…”Sapaku ketika sampai di kamarnya. Lauren
melihat kearahku. Alhasil! Kamarnya sungguh berantakan. Kulihat di sekitar
kamarnya banyak tisu dan kertas-kertas berserakan.
“Lauren, kamu kenapa?”Tanyaku lembut sambil
menghampirinya.
“Baru kali ini aku merasa kesulitan mengerjakan soal
matematika!”Geutunya sambil terus menuliskan sesuatu pada bukunya.
“Hey, jadi kamu tidak masuk sekolah karena tidak mau
ikut ulangan matematika?”Tanyaku kaget, sebenarnya Lauren adalah salah satu
murid yang pintar di kelas.
“Entahlah, kurasa begitu. Aku benar-benar tidak
mengerti maksud soal ini. Mungkin besok aku akan mengikuti ulangan
susulan”Katanya sambil mengetuk-ngetukan pulpennya pada pelipisnya. Aku
menggeleng-geleng.
“Oh my god!
Bukan begini caranya belajar keras!”Kataku sambil duduk di kasurnya, melihat
apa yang sedang ia kerjakan. Berpuluh-puluh soal dari 5 lembar kertas HVS.
“Hampir selesai!!”Lauren berteriak riang. Aku hanya
sedikit aneh melihatnya.
“Iya, aku tau aku salah. Dan hey, kamu tau aku tidak
berbakat dibidang matematika. Karena itu aku malas masuk sekolah hari ini
karena aku juga tidak ingin nilaiku D bahkan F”Katanya sambil terus mengerjakan
soal-soal itu.
“Tapi, soal-soal itu sudah harus dikumpulkan sejak
kemarin lusa. Apa kamu lupa!?”Aku berusaha mengingatinya.
“Whooa!! You LIED! I dont believe it!!”Teriak Lauren
sambil memegangi kepalanya lalu membenturkan soal-soal itu ke dahi nya.
“Oh iya, aku melupakan soal dispensasimu saat
pelajaran matematika kemarin lusa. Jelas saja kamu tidak tau”Kataku sambil
menghela nafas.
“Minggu ini dance competition, aku harus giat
berlatih. Kamu harus tau, Scarlet. Tidak ada yang mengajariku matematika selain
guru matematika yang sama sekali tidak mengerti apa yang dia tulis!”Curhat
Lauren sambil membanting kertas soal yang terlambat ia kumpulkan.
“Sudahlah, aku tau kamu anak pintar. Mungkin masih
ada yang pintar dan mau mengajarimu matematika”Kataku sambil memberikan mawar
yang dari tadi aku pegang kepada Lauren. Lauren yang tidak menyadari sejak tadi
aku memegang mawar langsung berteriak kesal.
“GREYSON CHANCE!? Demi planet neptunus aku tidak
akan pernah menerima mawar itu!”Lauren mengambil mawar itu dari tanganku dan
melemparkannya kearah jendela hingga mawar itu keluar dari jendela kamar Lauren
yang terbuka. Aku hanya diam melihat kejadian itu.
“Mawar itu tidak akan membuat aku pintar
matematika!”Kata Lauren padaku.
“Bukan mawar itu yang bisa membuatmu pintar
matematika, tapi..”Ucapanku terputus.
“Ya, aku tau nilai tes Greyson memang selalu A dan
selalu terpampang lebar di mading yang membuatku ingin muntah. Aku tidak suka
cowok aneh seperti Greyson! Scarlet..tolong jangan terima mawar dari dia
lagi”Pinta Lauren. Aku mengangguk.
“Tapi kamu janji, jangan alfa lagi ya!”Kataku.
Lauren hanya mengacungkan jempol.
(Rumahku)
TING!!!
Blackberryku terbunyi tanda 1 SMS masuk
SENDER : Greyson C
Hai
Segera kujawab dengan “Hai juga. Ada apa?” dan
beberapa menit kemudian Greyson pun menjawab.
SENDER : Greyson C
Boleh
aku minta nomor Lauren?
Aku pun memberi tahu nomer Lauren padanya. Mungkin
itu memudahkan dia untuk dekat dengan Lauren.
SENDER : Greyson C
Thanks
Scarlet (:
Aku tidak membalas pesan Greyson. Beberapa jam
kemudian Greyson mengirimkanku sebuah pesan singkat lagi.
SENDER
: Greyson C
Lauren tidak
membalas pesanku (:
Aku merasa kasihan sekali pada Greyson. Lauren
benar-benar tidak meghargai usaha Greyson mendekatinya. Aku tidak membalas
pesan dari Greyson. Namun aku segera mengirim pesan pada Lauren hanya sekedar
tes. “Lauren?” Tak lama kemudian Lauren pun membalas.
SENDER
:Lauren
Ada
apa Scarlet?
Segera aku jawab sms Keke “Greyson mengirim pesan
singkat ke nomormu?”
SENDER
:Lauren
Kamu
memberinya nomorku ya? Iya, tadi Greyson mengirim pesan. Tapi tidak aku balas,
tidak penting, dont be jelly! :P
Aku tidak membalas pesanLauren, namun beberapa menit
kemudian Lauren kembali meng-smsku.
SENDER
:Lauren
Kenapa
tidak dibalas? Maaf ya kalau cemburu soal Greyson, aku tidak suka padanya :)
DEG! Sejak kapan Lauren bicara selancang itu padaku?
Sejak kapan pula Lauren mengira aku cemburu padanya?
Seminggu kemudian…
TOK..TOK..TOK
Suara ketukan pintu kamarku mengagetkanku.
“Iya?”Sahutku dari dalam kamar.
“Scarlet, ada temanmu di luar”Suara Andrew, kakakku
terdengar dari luar kamar.
Aku segera membuka pintu kamarku.
“Siapa? Lauren?”Tanyaku.
“Bukan. Dia anak laki-laki, pacarmu ya?”Goda Andrew.
“Hah?”Aku kaget dan segera berlari ke ruang tamu.
“Greyson!?”Kataku heran. Greyson melirik kearahku
sambil tersenyum ramah.
“Ada apa tiba-tiba datang?”Tanyaku heran. Greyson
tertawa kecil.
“Aku mau ajak kamu nonton”Kata Greyson .
“Kenapa tidak
bilang padaku sejak kemarin-kemarin!?”Kataku sedikit kesal.
“Siapa lagi yang kamu ajak?”Tanyaku sambil duduk di
sofa di depannya.
“Hanya kamu dan aku”Aku heran mendengarnya, lalu
tertawa.
“Hahaha, sejak kapan kita nonton berdua seperti ini?
Kamu ngelantur? ”Tanyaku sambil tertawa. Greyson hanya terdiam.
“Eh? Kamu tersinggung, maaf aku hanya bercanda,
Grey..”Ucapku merasa tidak enak.
“Santai”Kata Greyson sambil tertawa.
“Bagaimana kalau aku ajak Lauren?”Saranku berharap
Greyson menyetujuinya. Greyson memasang wajah bosan sambil menggeleng dengan
cepat.
“Kita jarang pergi bersama semenjak kenaikan kelas,
aku hanya ingin mengulang moment-moment itu saja”Jelas Greyson. Aku mengerti
dan hanya mengangguk.
“Ok, tunggu sebentar ya.. Mau minum?”Tanyaku.
Greyson menggeleng sambil tersenyum.
“Terima kasih”Ucapnya.
Setelah berganti baju, aku pun kembali menghampiri
Greyson.
“Cepat sekali, hahaha”Greyson memandang pakaianku
dari atas sampai bawah.
“Ada apa sih!? Tidak cocok?”Tanyaku risih. Greyson
menggeleng.
“Cocok sekali! Aku suka dengan gaya cewek
sepertimu”Kata Greyson. Aku cukup senang . Aku tau, dia bukan pembohong.
“Hey Scarlet, mau kemana? Kamu belum mengenalkan
pacarmu padaku hahaha”goda Andrew yang tiba-tiba datang sambil mengeringkan
rambutnya dengan handuk.
“Andreew, dia hanya teman dekatku saja! Jangan sok
tau”Kataku pelan sambil mencubit lengan kanan kakakku itu. Greyson hanya
tertawa pelan mendengarnya.
“Siapa namamu? Kamu cocok dengan adikku loh
haha”Andrew semakin membuatku kesal. Greyson kembali tertawa, itu membuatku
malu memiliki kakak seperti Andrew-_-
“Greyson. Greyson Chance”Greyson mengenalkan dirinya
pada Andrew. Aku hanya menatap Andrew dengan kesal.
“Oh, hai Greyson! Aku Andrew Garfield. Aku
menyetujui kok, bila nama adikku menjadi Scarlet Chance”Kata Andrew sambil
mengacungkan jempol. Aku mengambil handuk dari kepala Andrew dan melemparkannya
ke tempat yang lebih jauh.
“Tidak usah sok kenal! Aku pergi dulu.”Ujarku dengan
kesal pada Andrew. Greyson kembali tertawa melihat tingkahku dan Andrew.
#SKIP
“Filmnya bagus ya”Ucapku memecah keheningan di Café itu.
“Menurut aku biasa aja sih, haha”Greyson merespon.
Aku hanya tertawa kecil.
“Abis ini pulang kan?”Tanyaku memastikan.
“Eeh.. I..Iya”Jawab Greyson terlihat gelagapan.
“Yasudah, ayo pulang!”Ajakku sambil berdiri setelah
menghabiskan minumanku dan melihat minuman Greyson telah habis.
“Eh.. B.. Bentar dulu dong. Ada sesuatu nih!”Ucap
Greyson menarik tanganku untuk menyuruhku kembali duduk.
“Ada apa sih?”Tanyaku mulai risih.
Bersambung….



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
What's on your mind?