Namaku Florencia McBass. Atau lebih tepatnya Flo.Aku berasal dari United States of America.Maka dari itu agar aku lebih mencintai tanah airku, aku gemar mengoleksi miniatur patung Liberty.
Hobiku? Hmm.. kurasa fotografi. Sebetulnya aku bisa bermain piano, dan bernyanyi tapi menurutku aku lebih berbakat di fotografi di banding musik. Aku akan memulai cerita tentang keluargaku. Menurut kalian bagaimana keadaan keluargaku? Hmm..menurutku, tidak ada yang peduli padaku. Mom, selalu memintaku untuk selalu berprestasi, sehingga mom hanya menyuruhku untuk belajar, belajar, dan belajar.Dad, hanya sibuk dengan pekerjaannya saja.KakakkuValeria, ia sangat cuek padaku.Bahkan kami seperti tidak saling mengenal, hanya berdiam-diaman.Tak ada kata “Rumahku Surgaku” dalam hidupku.Bagiku, rumahku adalah neraka.Walau segalanya, semuanya, seluruhnya kumiliki.Itu tidak membuatku bahagia.Aku ingin diperhatikan, aku ingin diberi kasih sayang, aku ingin semua peduli padaku. Cukup mom bertanya “Flo, sudah makan?” aku sudah senang.Kalimat sederhana itu bisa menjadi bukti bahwa mom peduli padaku. Tapi, aku tidak pernah mendengar kalimat itu.Jujur, aku sangat bosan dengan semua ini.Rasanya aku ingin mati.Rasanya aku ingin tuhan memanggilku dan malaikat mencabut nyawaku sekarang ini juga.Dari pada aku hidup di dunia menjadi orang yang tidak berguna?Tapi tentu saja aku masih menggunakan insting. Untuk apa aku mati sia sia? Aku harus tunjukkan pada dunia, bahwa aku bisa menjadi orang yang hebat.Aku bisa melakukannya sendiri. Aku bisa menjadi apa yang aku inginkan. Aku bisa merubah dunia ini menjadi lebih baik.Aku bisa membuat mom dan dad tidak bertengkar.Tapi itu semua butuh waktu yang sangat lama.Aku percaya, tidak ada manusia yang sempurna.Aku yakin, dibalik kekuranganku, pasti ada kelebihan yang kumiliki.Seperti ketiga sahabatku yang begitu peduli padaku.Mereka bisa membuat hari-hariku indah.
“Flo, sudah belajar?”Tanya Mom yang masuk ke
kamarku.
“Sudah.Tapi belum semua ku pelajari.Aku lapar, aku mau makan malam dulu”Jawabku sembari menutup buku dan beranjak.Tapi mom cepat menghentikanku.
“Selesaikan dahulu belajarmu, baru kamu boleh
makan!”Bentak mom.
“MOM! Sekali saja aku menikmati hidup!” teriakku.
“Ini semua demi kebaikanmu!Dan kamu harus tau itu!”
balas mom.
“Memang apa salahnya aku makan?Apa harus mati dahulu
baru makan? ”Kataku jutek.
“Apa susahnya sih kamu menahan lapar demi
prestasimu?”
Dengan kesalnya aku membuka kembali buku pelajaranku
dengan terpaksa.Mom menatapku dengan tatapan tajam lalu meninggalkan kamarku.Aku
baru selesai belajar pukul 21.45 karena aku sudah mengantuk, aku melanjutkan
untuk tertidur, walau dengan perut lapar.Sebelum itu aku sempat melihat ke luar
jendela, ternyata salju sudah benar-benar mereda. Itu tandanya, besok aku sudah
mulai sekolah kembali! Dan hari ini memang hari terakhir liburan musim salju.
YES! Karena itu, aku ingin cepat cepat tertidur untuk memulai hari di hari
pertama musim semi! Yeah.
Esoknya…
Uuurgh.. Aku telat bangun! Aku baru bangun pukul
5.35 wah wah pasti ini gara gara tidur terlalu
larut. Tanpa basa basi aku langsung bersiap untuk mandi.25menit kemudian
aku selesai mandi dan berpakaian seraggam lengkap.Disekolahku, Gradient Junior
High school.Seragam yang di kenakan pada hari selasa ini adalah, Kemeja putih
di sertai rompi hijau tua,rok hijau tua sedengkul,dan dasi hitam.Langsung saja
aku berlari ke ruang makan untuk sarapan.Ternyata semua keluargaku sudah
lengkap di meja makan.Seperti biasa, mereka berdiam diaman.Kesal. Karena itu
aku hanya mengambil setangkap roti tak tahu isi apa dan memakannya dengan cepat.
Lalu aku segera berangkat ke sekolah menaiki Jaguar hitamku.
Di sekolah…
Aku turun dari mobil dan mobil pun melaju pergi. Aku
berjalan menyusuri lorong lorong kelas.
“Halo, Kak Flo!” Sapa Carrey sambil tersenyum ia
sedang melaksanakan tugas piket di depan
kelas 8.
“Hai, Kak Flo!” Sapa Angesty sambil melambaikan
tangan dari dalam kelas.
“Halo semua!Selamat pagi!”Sapaku riang.
“FLO!!” teriak seseorang. Eittss kurasa yang
berteriak tidak hanya satu orang.Waw! Ternyata ketiga sahabatku!
Angelova De Shereniza (Ange) <Baca: Enji> dan Kaitlyn Jorchie
(Kate) Tak lupa juga Carolixa Natlynn Wilburd (Lynn)
“Ange! Kate! Lynn! Sini!” panggilku. Mereka berlari
ke arahku.“Aduh aku sangat rindu padamu.Untung liburan musim salju segera
usai!”Gerutu Kate. “Sudah, tidak usah berlebihan Kate, ayo kita masuk ke kelas,
sebentar lagi bel akan berbunyi!”Kataku.
Aku dan teman-temanku lalu masuk ke kelas, benar
saja, 5menit kemudian bel masuk pun berbunyi.
Andrew, sang ketua kelas menyiapkan untuk berdoa.
“Before we are
study, lets pray together begin…”pimpinnya. Semua murid menundukan kepala.
Murid-murid kembali mengangkat kepalanya setelah Andrew berkata “Finish!”
Tak lama kemudian Mrs. Lucy masuk ke kelas. Hmm saatnya
pelajaran bahasa inggris. Setelah Andrew mengucapkan “Say greeting..!” Barulah pelajaran di mulai.
“Good
morning class.. How are you today?”Tanya Mrs. Lucy.
“Fine
thanks. And you?”
“Iam
very well, thanks” Jawab Mrs. Lucy.
“homework?”
Tanya Mrs. Lucy. Semua murid menggeleng.
“Hm..Okay!
Who in this class wants to be Queen and King of calendar?”Lagi
lagi semua anak menggeleng.“Wooww..you don’t
want to be queen or king? You don’t know
what that queen and king of calendar? Okay, I have one story. Want to
hear?” Semua anak menjawab kompak “Yes
please”
“Okay.
Quiet please! There’s no voice here! Ssstt..”Setelah semua
anak terdiam, Mrs. Lucy memulai cerita. Setelah selesai, Mrs.Lucy
menutup secarik kertas yang berisi cerita tadi sambil menarik nafas.
“So, who wants
to be Queen and King of Calendar?”Semua anak mengangkat tangan. “Okay all, you can be!”Semua anak
bersorak.”Lets make it! In your exercise
book!” perintah Mrs. Lucy. “Andrew Russell Garfield!” Panggil Mrs. Lucy.“Iam here”Jawab Andrew sambil mengangkat
tangan.”I want to go out. Can you help
me to guard the children please?”pinta Mrs. Lucy. “Yeah I can”Jawab Andrew.”Thanks
a lot Garfield. I will come back again”Kata Mrs. Lucy sebelum akhirnya
pergi.”Huh! Kenapa sih harus anak menyebalkan itu?” batinku. Aku memang sebal
pada Andrew. Bukan hanya sekedar sebal, aku masih dendam padanya. Sejak
kejadian itu. Dia sengaja mengirimkan virus ke laptopku lewat
flashdisknya.Hingga sekarang, aku harus membuat ulang tugas-tugas untuk
presentasi yang sudah ku kerjakan di MicrosoftPowerPoint
dan belum ku masukkan ke dalam flashdisk.Bukan hanya itu, kelasku
kehilangan remote AC. Karena aku seksi peralatan kelas, aku yang di salahkan
wali kelas dan diminta ganti rugi.Padahal saat kehilangan, aku sedang
dispensasi. Kehilangan itu juga karena KM yang tidak memperhatikan siapa saja
orang lain yang masuk ke kelas kami. Tahu tahu remote nya di pinjam oleh kelas
lain. Belum lagi saat dia menuduh HP ku menyimpan gambar gambar tidak baik.Tentu
saja aku langsung membentaknya dan membanting HPku ke punggungnya.Apa yang terjadi?
Aku di laporkan ke guru BP dan di panggil ke ruang Bimbingan Konseling dan di
beri poin bersalah karena katanya, perilakuku tidak tercantum dalam ikrar
pelajar sekolahku.Bagaimana tidak kesal?
Aku terdiam dan belum mengerjakan tugas bahasa
inggrisku.“Hey kamu Florencia.Mana tugasmu?Mengapa tidak kamu
kerjakan?Cepat kerjakan!”Perintah Andrew.
“Memangnya kamu siapa?Merintah merintah aku HAH?”Tanyaku kesal.”Aku?Aku ketua
kelas disini!”Jawab Andrew sok keren.”Aku
tidak pernah menganggapmu ketua kelas disini!Karena aku tidak memilihmu saat
pemilihan!”Kataku.“Tapi kamu sudah kalah suara.Dan harus terima apa yang sudah
di pilih teman temanmu!”Kata Andrew. “Iya, aku tau itu!Aku mau menerimanya
asal, BUKAN KAMU ORANGNYA!”Kataku lantang. “Mrs.
McBass! What are you doing with Mr. Garfield? Don’t be noisy !!” seru Mrs.
Lucy yang tiba tiba masuk kelas.Aku pun segera mengerjakan tugasku dan
mengumpulkannya. “Okay, saya ingin kalian membuat seperti ini lagi di kertas
asturo yang lebih bagus. Kerjakan berkelompok.Saya akan bagikan kelompoknya
agar kalian tidak pilih-pilih teman”ujar Mrs. Lucy.Lalu membagi kelompoknya
lewat absen secara acak. Betapa kagetnya ketika aku satu kelompok dengan Andrew
-__-
Bel istirahat berbunyi, Ange, Kate, dan Lynn
mengajakku ke kantin.Aku masih cemberut karena hal tadi.Akhirnya aku menuruti
mereka ke kantin. “Ada apa nona manis, kenapa murung? Senyum dong” Goda Lynn.Dia
memang paling dekat denganku.Aku hanya tersenyum kecut.”Masalah apa lagi
sekarang? Andrew?” Tebakan yang jitu, Kate! Ku tidak menjawab.Kami duduk di
salah satu bangku di kantin.Lalu membuka kotak bekalku. Hmmm beef teriyaki
lezat J
dan memakannya bersama kecuali Lynn.”Aku lupa membawa bekal, biarlah, aku ingin
membeli saja!” ujar Lynn sambil berdiri dan hendak melangkah.“Lynn tunggu! Tak
usahlah kamu membeli! Aku mau membagi bekalku untukmu!” kataku.Lynn kembali
duduk sambil memandangku dengan ragu.“Really?”Tanyanya.Aku
mengangguk pasti.“Terima kasih” aku memberi garpuku pada Lynn, sedangkan aku
memakai sendok.Kami pun memakannya bersama.“Flo!Kamu belum jawab pertanyaanku,
apa kamu sedang mempermasalahkan Andrew?”Tanya Kate lagi.Yaaah terpaksa aku
harus mengangguk. “Hufftt.. Flo, kenapa kamu tidak pernah akur dengan Andrew?”
Tanya Lynn. Aku mengangkat bahu.“Padahal ulah Andrew hanya hal yang
sepele!”Kata Ange yang dari tadi hanya diam. “Apa? Sepele? Semua ulahnya membuat
seorang Florencia McBass terkena hukuman yang baru pertama kali diterima! Yang
membuat malu! Hanya karena seorang Andrew Russell Garfield?”Jelasku. Ange hanya
diam. Semua diam. Hening.“Oke! Bagaimana dengan tugas kelompok bahasa inggris
kalian?”Tanya Kate melepas keheningan.“Tak usah lagi bicarakan itu!”Kataku. “Hanya
karena pula kamu satu kelompok dengan Andrew? Huft”Tanya Lynn.“Apa kamu tidak
mendengar saat pembagian kelompok, semua menyorak nyorakkan nomer absen 7
(Absen Andrew) untuk berebut masuk kelompok mereka mereka?”Sambung Lynn. Andrew
memang sangat populer di sekolah ini.Yang membuat Andrew populer adalah,
menurut MEREKA Andrew itu tampan, kaya, dan pintar. Pantas saja di juluki
Perfect Guy. Julukan yang aneh bagiku.“Ya aku dengar itu!”Kataku. “Maka dari
itu, Flo kamu seharusnya s….”Terpotonglah ucapan Lynn karena bunyi bel masuk. “Kamu
tak seharusnya membicarakan Andrew, Lynn. Karena bunyi bel lah yang seharusnya
ku dengar hahaha”Tawaku. Anak anak pun masuk kelas.
Sepulang sekolah…
“Heh! Jangan lupa kumpul di depan lab. Bahasa!
Kutunggu, cepat! Jangan lemot!”Kata Andrew sambil menepuk pundakku dengan
kencang.“SABAR!”Kataku yang sedang merapikan tasku dengan lantang. Andrew
segera pergi meninggalkanku.Aku pun segera mengikuti Andrew dari belakang.
Benar saja! Semua anggota kelompokku ( Greyson, Zayn, Andrew, Catty, dan Vinka)
sudah berkumpul di depan lab. Sebetulnya Greyson juga terkenal. Haha menurutku
ia lebih sedikit tampan di banding Andrew. Aku saja memilihnya menjadi ketua
kelas. Tapi dia hanya menjadi wakil. Dia asal dari sekolah terkenal di Oklahoma
dia pindah ke kota kami, Washington DC. “Jadi dimana kita akan mengerjakannya?”Tanya
Andrew. “Bagaimana kalau di rumahmu saja, Florencia?” Usul Greyson. “Hahaha
tentu saja jangan! Mengapa tidak dirumahmu? Zayn,Catty, Vinka? Atau anak
menyebalkan itu?”Tunjukku pada Andrew.“Eh eh!Enak saja!”Timpal Andrew. “Rumahmu
itu luas, cukup untuk kita berenam” Jelas Zayn.“Hahaha. OK! Kapan kita mulai
mengerjakannya?”Tanyaku.“Sekarang! Langsung saja ke rumahmu!”Usul Greyson.
“Hah? Mengapa harus sekarang? Aku ada urusan lain, Grey. Besok saja
bagaimana?”Usulku.Semua setuju kecuali Andrew.“Dasar pemalas!”ledeknya. “Urusanmu?
Bukan kan? So, jangan ikut campur!”kataku mendorong bahu Andrew lalu
meninggalkannya untuk pulang.
Esoknya…..
“Florencia!”panggil Ms.Jenny, wali kelasku. “Ada
apa, Ms?”
“Saya sudah
mengirimkanmu bersama Garfield untuk mengikuti olimpiade matematika, besok
pulang sekolah saya tunggu kalian
dikantor untuk latihan, Datang ya! Harus ikut lho!”Aku tersenyum senang.“Baik!
Aku akan datang bersama Gar..field. G..Garfield siapa?”Tanyaku, perasaanku
mulai tak enak. “Ya, Garfield. Andrew Garfield. Siapa lagi lagi memiliki nama
Garfield!?”Jawab Ms. Jenny. Aku baru sadar bahwa orang yang bersamaku itu Garfield
= Andrew!!
“Ta..tapi mengapa harus
Andrew Garfield?”tanyaku. “Saya lihat kemampuan matematika kalian sangat
bagus!”Jawab Ms. Jenny. “Tapi, Ms harus tau kemampuan Greyson Chance. Dia juga
pintar. 3 besar kelas. Mengapa tidak dia saja?”Tawarku.“Tapi saya sudah
mendaftarkan kalian!”Aku terdiam memasang wajah kesal.“Beritahu Garfield ya!”pesan
Mrs. Jenny. Aku terpaksa harus mengangguk.
-------------------------------------------///////////////////---------------------------------------
“Andrew!”Panggilku.Ia pura-pura tak menyahut ia
sedang berjalan di lorong dekat pintu keluar sekolah. “Andreeew!!”Panggilku
semakin keras. Tetap saja ia tak menyahut. “ANDREW!! KAU TULI?”teriakku. Memang
dia sangat menyebalkan. Dia pun akhirnya menengok.“Ada apa sih
panggil-panggil?”Tanyanya ketus.“Yee jangan marah! Sebenarnya aku juga tidak
mau memanggilmu, habisnya kamu itu…”Jawabku terputus.”Tidak usah banyak bicara!
Ada apa kamu memanggilku?”Tanyanya dingin. Aku pun memberitahu semuanya. “Hah?
Yang benar saja? Bersamamu?” Tanya Andrew geli. Aku mengangguk.“Sebenarnya aku
tidak mau! Yaah tapi sudah…”Huh! Lagi lagi ucapanku terpotong. “Sudah! Tidak
usah berkutik! Besok pulang sekolah kita ke kantor! Sekarang kerumahmu!”Kata Andrew
sambil tersenyum sinis. Sering sekali aku mendapat senyuman sinis darinya yang
sangat memuakkan.“Untuk apa ke rumahku?”
“Bodoh!Kamu lupa ? Kita kan ada tugas kelompok! Yang
lain sudah menunggu di gerbang! Ayo cepat!” ajak Andrew menarik tanganku sangat
kencang. Aku berteriak kesakitan. Setelah sampai gerbang dan bertemu anggota
lainnya, kami pun berangkat kerumahku bersama sama.
Dirumahku….
“Rumahmu besar ya, Flo!” puji Catty.Aku hanya
tersenyum.Sedangkan Andrew dari tadi hanya cuek, seperti malas masuk ke rumahku.
“Oh..Jadi kita mengerjakannya diluar saja? Di hamparan rumput ini? Yang sering
kali ada katak?”Sindirku pada Andrew yang enggan masuk ke rumahku. “Hah?? Kau
gila! Sudah jelas di dalam ada tempat kosong. Masa mengerjakan disini?”Protes Andrew.
“So? AYO MASUK!!”Ujarku lebih keras. “DASAR GALAK!!”Teriak Mario yang mulai
memasuki rumahku.“Ssstt…”Desis Catty, Greyson, Vinkan dan Zayn yang dari tadi
hanya melihat kami bertengkar. Kami semua pun masuk.
“Lena, tolong bawakan pai buah di kulkas, dan sirup
jeruk dingin 6 ya, di tunggu di ruang atas. Thanks!”Pesanku pada Lena,
pembantuku di dapur.
Di atas…
Kami mengerjakannya bersama. Beberapa menit
kemudian, Lena datang membawakan pai buah dan sirup jeruk dingin. Kami pun
menyantapnya. Hemm… segar
“Kamu yang tak bisa mengurus anakmu!”
“Hei! Aku yang bekerja untuk keluargaku, kamu yang
bermalas-malasan di rumah! Semuanya aku yang menanggungnya! APA KAU TIDAK
SADAR?”
“Apa kau bilang? Aku membantu Flo belajar sehingga
ia selalu berprestasi! Kau saja yang tak peduli akan prestasi yang telah di
raih Flo!”
“Tapi kamu tidak pernah mengurus Valeria! Aku yang selalu
mengurusnya! Kamu tidak becus menjadi ibu!” terdengar suara Mom dan Dad
bertengkar.Semua terdiam mendengarnya. “Ekhem.. Makasih Lena!” Ucapku pada Lena.
Ia lalu membawa nampan kosong dan turun ke bawah.
“Tak usahlah kamu menyalahkanku!”
“Itu memang kenyataannya, wanita bodoh!”
PRAAANGG… terdengar suara barang pecah dari kamar
Mom dan Dad. “Aduuh.. Ada apa sih ribut-ribut? Kalau mau bertengkar jangan
disini dong, ganggu saja!”Ujar Andrew seenaknya. Zayn mencubit lengan Andrew, Greyson
menyenggol bahu Andrew.Vinkan mengerutkan kening ke arah Andrew. Catty
memelototi Andrew.A ku yang melihat kejadian itu hanya terdiam sambil menatap
wajah-wajah yang ada di sekitarku.“Apa sih kalian semua? Kalau bertengkar terus
lebih baik di pisahkan saja!”Kata Andrew asal ceplos.“Heh! Kamu jangan asal
menyumpahi orangtuaku ya!”Kataku panas.“Memang benarkan? Apa salahku berkata
seperti itu?”Tanya Andrew tanpa rasa bersalah. “Sudah sana pulang! Aku tidak
mau melihat mukamu lagi!”Usirku.“Lho?Kok
jadi seperti ini?” Tanya Andrew. “Pergi!”Bentakku.“Hei? Apa maksudmu? Kamu
mengusirku?”Andrew balik membentak.“PERGI!!!”Teriakku menangis dan mengunci
diri di kamar. “Andrew…”Ujar Greyson. “Iya, Iya! Aku pulang! PUAS!?”Kata Andrew
keras hingga aku mendengarnya dari dalam kamar entah berapa lama aku mengurung
diri di kamar.
“Flo, tugasnya sudah kami kerjakan, kami pulang dulu
ya! Oh iya, tugasnya kami taruh di rumahmu saja ya, aku taruh di meja sini, aku
pulang ya, byee…”Terdengar suara Greyson di balik pintu. “Ya ampun! Mereka
mengerjakannya tanpa aku! Aku memang tidak bertanggung jawab!”batinku.
CEKLIIK..CEKLIK..KRIEEK..
Aku membuka pintu kamarku. Teman-teman sekelompokku
sudah pulang. Mereka meninggalkan tugas yang barusan di kerjakan di atas buffet
kayu. Aku memperhatikan tugas bahasa inggris tersebut. Lagi-lagi aku melihat
nama ‘Andrew Russell Garfield’ cukup sabarlah.
Esoknya di sekolah..
Aku kurang bersemangat untuk memulai hari ini. Aku
akan berusaha ceria di hari ini. Dan Greyson dan ketiga sahabatkulah yang
membuat hari ini penuh dengan canda. Saat pulang sekolah, aku dan Andrew datang
ke kantor guru untuk persiapan menjelang olimpiade. Kami pun di suruh untuk
mengerjakan soal.
“Pinjam penghapus!”Ujar Andrew padaku. Aku yang
masih kesal padanya pun mengabaikan ucapannya. ”Boleh pinjam
penghapus?”Pintanya memperhalus ucapannya. Aku yang agak risih mengambil
penghapus itu dari tempat pensilku dan memberikan padanya dengan cara di
lempar. “Tidak ada yang lebih sopan dari ini kah!?”Andrew menggerutu sendiri
pelan sambil mengambil penghapus itu di lantai. Aku yang masih cemberut pun tak
peduli lagi dengan apa yang ia lakukan saat itu.
3 lembar soal matematika itu sudah ku kerjakan dan
sudah ku kumpulkan pada Mr. Gro guru yang membimbingku dan Andrew selama
pelatihan olimpiade.
“Florencia, kamu mau pulang?”Tanya Andrew yang
melihatku mengemasi tasku. Sepertinya ia baru selesai mengerjakan dan sedang
mengemasi tempat pensilnya dan hendak mengumpulkan soal itu pada Mr. Gro . Aku
hanya mendelik ke arahnya sambil menjawab. “Aku mau mengambil monyetku di
perpustakaan” Andrew terlihat bingung. Ia berlari ke arah Mr. Gro dan
mengumpulkan soalnya, ia pun kembali lagi di hadapanku sambil menggendong
ranselnya. “Tapi perpustakaan sudah di tutup. 20 menit yang lalu”Katanya sambil
melirik smartwatch nya. Bodoh! Aku tidak
sebodoh orang yang membawa monyet ke sekolah dan menyimpannya di perpustakaan.
Sudah tau aku mau pulang, harus bertanya kah? Dasar Andrew bodoh. Gerutuku
dalam hati. “Oh ya? Yasudah kalau begitu aku harus cepat-cepat sampai rumah
karena mataku bisa berada di leher bila berbicara denganmu lama kelamaan”Ujarku
sambil memutar kedua bola mataku. “Lalu bagaimana dengan monyet”Katanya
mengerutkan kening. Ya tuhan, mengapa ada orang se aneh dia. Aku tak
mempedulikan ucapannya dan langsung keluar dari kantor guru dan bergegas
pulang. “Hey!”Andrew mengikutiku. “Ada apa GARFIELD?”Aku sengaja menekankan
ucapan ‘Garfield’ Andrew membuka mulut dan hendak berkata namun segera ku
potong sebelum ia berkata sesuatu yang aneh. “Jangan tanyakan MONYET itu lagi.
Karena aku TIDAK MEMBAWA MONYET ke sekolah. Dan tolong jangan urusi aku. Urus
saja jambulmu!”Ucapku sambil memperbaiki jambulnya. “OK!?”Aku melepas tanganku
dari rambutnya dan mengarahkan tanganku pada kepalaku. Bermaksud menyindir
jambulnya. Dan segera membelakanginya dan berjalan keluar. “Bukan itu! Aku tau
kamu memang tidak membawa monyet”Katanya menyusulku dan ikut berjalan di
sampingku. “Lalu apa?”Tanyaku kesal. “Kamu suka Greyson?”Tanyanya tiba-tiba.
“Maksudmu apa? Pertanyaan itu sangat tidak penting!”Komentarku. Andrew terdiam.
“Bagaimana kalau dengan ini?”Tunjuknya pada wajahnya dan memasang senyuman yang
menurutku konyol. Aku tak kuasa tertawa melihatnya. Dia sedikit bingung. Ketika
tawaku mereda, aku kembali bertanya. Kali ini dengan nada datar dan tanpa
amarah. “Maumu apa sih?” Andrew menggigit bibir bawahnya. Aku menunggu sampai
dia menjawab. “Aku ingin minta maaf”Ucapnya sambil menunduk. “Maaf untuk
apa?”Tanyaku sambil menaikan alis. “Ya untuk kesalahanku”Jawabnya. “Kesalahanmu
banyak!”Ujarku. “Maka dari itu, aku minta maaf atas semua kesalahanku”Ucapnya.
“Yayaya ku maafkan!”Kataku. Jaguar hitamku terparkir di depan gerbang sekolah. Sepertinya
jaguar hitamku sudah menunggu dari tadi. Aku membuka pintu mobilku. “Sepertinya
kamu tidak tulus memaafkanku”Katanya. BRUK. Aku kembali menutup pintu mobil dan
melihat kearahnya. “Bagaimana kalau dengan ini?”Aku mengikuti gayanya. Aku
menunjuk wajahku namun bukan senyuman konyol, tapi senyuman tulus.
“Percaya?”Tanyaku. Andrew menggeleng. Aku hanya menghela nafas. “Ok untuk
membuatmu percaya, ku tunggu kamu besok pulang sekolah”Kataku kembali membuka
pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Aku pun membuka kaca jendela mobilku
lebar-lebar “Untuk apa?”Tanyanya. “Ku
traktir kamu game centre sepuasnya. Ok?”Tawarku sambil tersenyum riang. Andrew
hanya mengangguk. Ia memperbaiki letak ranselnya dan bersiap pulang. “Ku
antar?”Tawarku. Andrew menggeleng. “Aku bawa motor”Jawabnya sambil melambaikan
tangan. “Ok” Aku balas melambaikan tangan dan menutup kaca jendela mobilku. Dan
seketika itu sopir yang menjemputku segera menjalankan mobil meninggalkan
sekolah.
From: Greyson
Received: 8:15 p.m
Text: Aku baru dapat 4 tiket
konser Coldplay gratis, kamu ikut? 1 tiketku untukmu (:
Aku langsung syok membaca sms itu. Waw! Aku adalah
penggila band Coldplay, apalagi lagunya! Tapi aku berpura-pura biasa saja pada
Greyson. Padahal aku senang sekaliii. Aku segera membalas sms Greyson.
Reply to: Greyson
Delivered: 8:17 p.m
Text: Ok grey, aku ikut
pastinya.Tapi apa tidak merepotkan? Oh iya, siapa saja yang ikut?
Setelah aku membalas
sms Greyson, aku jadi ingat sesuatu. Tapi apa ya?
From: Greyson
Received: 8:18 p.m
Text: Kamu tidak pernah
merepotkanku. Pulang sekolah ya. Mungkin Zayn, kamu dan 1 orang lagi kamu boleh
ajak siapa saja sesukamu. Oh ya,besok aku tunggu di gerbang (:
Ya tuhan.. aku kan
ada janji dengan Andrew! Aku juga tidak bisa seenaknya membatalkan konser itu.
Bila kupikir, tak banyak orang beruntung yang mendapat tiket band terkenal
secara cuma-cuma.
To: Crazy Andrew
Delivered: 8:20 p.m
Text: Hey, sepertinya janji kita
besok di undur jadi lusa. Aku ada janji untuk nonton konser dengan Greyson dan
Zayn.
Oh tuhan, aku segera
mengganti nama kontak ‘Crazy Andrew’ menjadi ‘Andrew’ 20 menit berlalu, Andrew
tidak membalas sms ku. Apa mungkin dia tidak ada pulsa? Atau tertidur? Ah tidak
mungkin, kurasa dia seorang Owl Boy.
To: Andrew
Delivered: 8:47 p.m
Text: Andrew, tolong balas
pesanku-_-
Dan akhirnya, Andrew
pun tidak membalas sms serta messengerku. Sabarlah aku.
Esoknya di sekolah...
“Andrew!”Aku menepuk
bahunya ketika ia hendak menaruh ranselnya di bangku. Ia terlihat murung. Ia
menengok kearahku.
“Baca smsku?”Tanyaku.
Andrew mengangguk. “Kamu punya pulsa kan?” Andrew kembali mengangguk. “Lalu
kenapa kamu tidak balas?”Tanyaku lagi. Andrew hanya tersenyum datar dan
mengambil sebuah Ipod dan headset di dalam ranselnya. “Maaf, tidak
sempat”Jawabnya lesu. “Kamu kenapa? Sakit?”Tanyaku heran. Andrew menggeleng.
Aku hanya diam. Ia semakin lesu sambil mengotak atik ipodnya. “Soda?”Tanyaku
sambil mengipas-kipas uang 20ribuan kearahnya. Andrew langsung tertawa keras dan
bersemangat ke kantin. Ia menaruh kembali ipod dan headsetnya di dalam ransel. Kebetulan,
hari ini bebas karena semua sedang mempersiapkan pentas seni sekolah kami.
Di kantin..
“Teman-temanmu mana?”Tanya
Andrew sambil meminum sodanya. “Bukannya kamu temanku?”Aku bertanya balik.
“Bukan. Maksudku Kaitlyn, Natlynn, dan Ange Shereniza” “Haha mereka sedang
sibuk dengan eskul mereka. Ingat bukan 2 hari lagi Gradient Art
Concert”Jawabku. “Kamu tidak sibuk dengan eskulmu?”Tanyanya. “Apakah orang yang
bertanya padaku memiliki jawaban sama denganku?”Kataku sambil tertawa
menyindirnya. Andrew pun tertawa. “Bagaimana dengan konsermu nanti siang?”Tanya
Andrew sambil menaikan alis. “Hahaha Greyson memang baik sekali memberiku tiket
gratis”Jawabku riang. “Kurasa kamu memang menyukai Greyson. Dan sebaliknya. Dia
mengajakmu menonton dan..”Ucapan Andrew terpotong olehku. “Stop Andrew. Aku
tidak menonton berdua dengan Greyson. Kami juga bersama Zayn. Aku mengajakmu
jalan lusa dan kamu mau. Apa itu tanda aku suka padamu dan sebaliknya? Tidak
bukan?”Ucapku. Andrew hanya tertawa tidak ikhlas. “Ok, aku janji lusa tidak
akan batal. Sesekalilah aku bersama Greyson. Tak usah di pikirkan, kapan saja
kita bisa bersama haha”Kataku. “HAH? Memangnya SIAPA yang memikirkan?”Tanya
Andrew. “AAH JANGAN BOHONG HAHAHA”Aku tertawa keras. Andrew mencibirku.
“Sebenarnya, hari ini aku malas di rumah. Makanya aku langsung setuju dengan
tawaranmu kemarin”Kata Andrew. “Hmm oh iya, masih ada 1 tiket lagi. Kamu mau
ikut?”Tanyaku teringat Greyson memiliki 4 tiket. “Tiket?”Tanya Andrew bingung.
“Tiket konser band Coldplay nanti siang. Kalau kamu ikut, biar aku bilang pada Greyson!”Kataku
mantap. Andrew menggeleng cepat. “Aku kurang suka band itu. Aku lebih suka
Maroon5. Jadi kita pergi besok saja”Kata Andrew. Aku hanya mengangguk.
“Floo!”Panggil seseorang. Aku dan Andrew menengok. Natly! “Lynn, bukankah kamu sedang
dance?”Tanyaku kaget. Natly hanya tertawa. “Hai, aku sedang istirahat haha. Hey
Andrew kamu disini?”Tanyanya kaget melihat aku berbaikan dengan Andrew. “Heey
sudah sejak tadi, kemana saja kamu?”Andrew menjulurkan lidah. Natly tertawa
sekali lagi. “Bagus bila kalian berdamai, aku senang”Ucapnya sambil tersenyum
dan duduk disebelahku. “Haha yayaya katakana itu nanti. Bagaimana dengan
penampilanmu nanti pada Gradient Art Concert?”Tanyaku. “Bagaimana apa nya? Flo,
bagi minum ya hehe”Kata Natly sambil mengambil sodaku dan meminumnya hingga
hampir habis. Aku hanya memperhatikan sikapnya dengan sedikit kesal. Andrew
mentertawakanku. “Terima kasih hehe”Ucap Natly malu-malu. “Untukmu saja.
Huh.”Gerutuku. Natly berterima kasih dan kembali meminum sodaku hingga habis.
“Oh ya, kalian harus tau. Greyson akan menampilkan sesuatu saat pentas nanti.
Dan, kalian juga harus tau kalau suara Greyson itu baguuus sekalii. Wow! Aku
sampai tidak menyangka, Ya Tuhan”Cerita Natly histeris. “Hahaha oh ya? Waw aku
tidak sabar menantikannya. Iya bukan?”Tanyaku pada Andrew. Andrew hanya
mengangguk sambil meminum soda nya hingga habis. “Flo, Natlynn aku ke kelas
duluan ya. Flo, thanks untuk soda nya! Lain kali kamu ku traktir. Byee”Andrew
melambaikan tangan dan berlari. Aku dan Lynn hanya tertawa. “Rupanya dia sudah
memanggilmu dengan nama singkatmu, hahaha”Tawa Lynn. “Dia siapa maksudmu, Lynn?
Jangan ngaco!”Kataku bingung. “Yang kamu traktir soda. Siapa ya? Aku pun tidak
kenal.”Seperti biasa, Lynn selalu menggodaku. “LYNN.. kalau kamu mau ku traktir
soda, bilang padaku! Menyebut nama singkat itu hal biasa. Sewaktu aku
mengenalmu, kamu kan langsung memanggilku Flo. Jadi jangan mengada-ada.”Kataku.
“Iya iya, maaf ya hehe aku kan
bercanda.”Ucapnya. “Huff sudahlah. Dimana Ange dan Lynn?”Tanyaku sambil melihat
sana-sini. “Hey, aku Lynn.”Ujar Lynn. “Oh yayaya maksudku Kate hahaha.”Tawaku
yang menyadari ucapanku yang salah. “Mungkin mereka masih latihan. Mereka satu
eskul, jangan khawatirkan. Mereka akan datang bersamaan.”Kata Lynn. Aku hanya
termangut-mangut. “Hey, kamu sendiri? Enak sekali tidak mengikuti latihan di
eskulmu.”Ujar Lynn. “Lynn, kamu tau. Aku mengikuti eskul softball dan
fotografi. Ini adalah pentas seni dan bukan pentas olahraga. Tugasku hanya
memotret suasa pentas seni. Dan doakan, semoga aku menang dan hasil haryaku
bisa terpampang di majalah sekolah.”Kataku. “Yay, kamu seperti bangga sekali ya
bila karyamu terpampang di majalah sekolah. Padahal hanya majalah sekolah,
bukan majalah yang di baca oleh seluruh warga Negara hahaha”Tawa Lynn. “Huuu
walau begitu, namaku bisa terkenal dan aku bisa menjadi pengurus rubrik
forografi di majalah itu juga mendapat honor. Majalah sekolah ini kan di lihat
oleh seluruh warga sekolah dari Elementary hingga Senior. Ya walaupun bukan
seluruh warga Negara, aku tetap senang karena semua orang bisa tau kalau aku bisa
berguna. Walau hanya di sebuah majalah. ”Ucapku. “Ya ya, pemikiranmu hebat. Aku kagum padamu.”
Ujar Lynn. “Haha terima kasih. Lynn, apa pendapatmu tentang band
Coldplay?”Tanyaku pada Lynn. “Hmm.. ya aku tau. Tapi menurutku aku lebih suka
One Direction hahaha.”Komentarnya. Aku hanya menghela nafas. “Memangnya ada
apa, Flo?”Tanya Lynn. “Greyson mengajaku menonton konser Coldplay. Dia mendapat
4 Tiket. Dan aku boleh mengajak 1 orang sesukaku. Kamu temani aku ya,
Lynn.”Pintaku. “4 tiket? Kamu 2 tiket, Greyson dan siapa 1 orang lagi?”Tanya
Lynn penasaran. “Zayn!”Jawabku. Lynn terkejut. “Zayn!?”Natly memasang wajah
gembira. “Iya Zayn. Jadi kamu ikut aku kan?”Tanyaku. “Oh iya, kapan
waktunya?”Tanya Lynn. “Hari ini. Pulang sekolah.”Jawabku. “Yah, salah waktu.
Hari ini aku menjenguk nenekku yang sakit di rumahnya. Di luar kota.
Kemungkinan besok aku tidak masuk dan masuk pada lusa. Tepat saat pentas.
Hehehe.”Kata Lynn. Aku lesu mendengar jawabannya. “Yah, Lynn. Aku pergi sama
siapa ya..”Ucapku sedih. “Maaf ya, Flo. Nanti aku tanyakan pada Ange dan Kate
atau anak perempuan lain. Maaf ya, Flo..”Ujar Lynn. “Yasudah, tidak apa-apa,
Lynn. Semoga nenekmu lekas sembuh.”Kataku sambil tersenyum.
###
“Yah Flo, Ange dan Kate tidak bisa ikut. Katanya
mereka lelah, tapi Jane Marine sepertinya ingin ikut.”Kata Lynn. Jane!? Tuhan..
“Yasudah, aku akan pergi bersama J..Jane..”Ucapku sambil tersenyum. That’s a fake smile!
###
Akhirnya, aku sangat tidak menikmati konser itu.
Bagaimana tidak? Aku duduk di pojok. (Tiket kami VIP) dan jauh dari Zayn dan
Greyson. Zayn dan Greyson mengacangi ku karena Jane sibuk bersama Zayn dan
Greyson. Aku seperti orang asing.Dan saat itu pula Jane sangat menyebalkan.
Arghh. Di pertengahan konser, aku bergegas pulang tanpa pamit pada Zayn,
Greyson, ataupun Jane. Aku pun keluar tanpa mempedulikan pintu keluar dan pintu
masuk. Sesampainya di luar, langit sudah sedikit gelap. Ya. Konser di mulai
pukul 3:00 p.m. Tapi, band baru siap pada pukul 03.45 p.m. Jadilah, aku pulang
terlalu sore.
To: Greyson
Delivered: 5:36 p.m
Text: Aku pulang duluan.
Dan, sekarang aku
bingung harus pulang naik apa? Pulsaku tidak cukup untuk melepon ke telpon
rumah. Kalau hanya meng-sms mom atau dad, pasti tidak akan balas. Mereka kan
‘SIBUK’ (mengurusi diri sendiri). Greyson tidak membalas sms ku. Sudahlah,
mungkin dia sedang asyik.
To: Andrew
Delivered: 5:47 p.m
Text: Andrew, kamu tau tidak
dari Star café ke rumahku naik apa? Aku sendirian, tidak bisa pulang-_-
Untunglah Andrew
segera membalas smsku. Ah, ini baru teman.
From: Andrew
Received: 5:47 p.m
Text: Kamu di Star Café? Greyson
dimana? Biar aku jemput kamu!
Dan saat itu pula
handphoneku sedikit lemot karena banyak sekali sms dan messenger yang masuk.
Dan aku sulit untuk membalas sms Andrew. Saat itu pula nomor yang tidak di
ketahui meng-sms ku.
From: +16260319457
Received: 5:50 p.m
Text: Hey,aku Grey.Kamu dimana?
Kenapa pulang? Kamu sudah sampai di rumah?
Dengan malas aku pun
menjawabnya.
Reply to: +16260319457
Delivered: 5:51 p.m
Text:Bukan urusanmu.Aku belum
pulang dan MASIH memikirkan cara untuk pulang!
Aku pun teringat
dengan sms Andrew.
Reply to: Andrew
Delivered: 5:52 p.m
Text:Apa aku tidak merepotkanmu?
Dan Greyson pun
kembali membalas sms ku.
From: +16260319457
Received: 5:52 p.m
Text: Maaf sekali.. Kamu di
masih di Café? Aku akan mengantarmu pulang sekarang juga. Sebenarnya
pertunjukan masih lama.
Saat itu aku pun
bingung untuk memilih siapa. Tapi mungkin Andrew?
From: Andrew
Received: 5:53 p.m
Text:Tidak:) Sebentar lagi aku
menuju kesana, aku mandi sebentar ya haha :D
Pikiranku tidak enak
pada Greyson, bagaimana pun tiketku adalah pemberiannya.
Reply to: +16260319457
Delivered: 5:53 p.m
Text: Yasudah. Lanjutkan saja konser
itu. Kamu tidak usah mengantarku!
Saat itu aku sedang
kesal dan pertama kalinya aku berbicara keras pada orang seperti Greyson.
From: +16260319457
Received: 5:54 p.m
Text: No! Aku melihatmu. Aku
menuju tempatmu sekarang.
Beberapa menit setelah sms itu, Greyson sudah berada
di belakangku.
“Kenapa kamu pulang? Kamu tidak suka?”Tanya Greyson
sedih. “Aku hanya ingin pulang saja.”Jawabku bohong. “Yasudah, mari ku
antar.”Ajak Greyson sopan. “Zayn dan Jane?”Tanyaku. “Mereka akan menonton hingga selesai.”Jawab
Greyson sambil tersenyum. Ia pun mengajakku menaiki mobilnya.
###
From: Andrew
Received: 6:10 p.m
Text:Flo, kamu dimana? Aku di
depan Café.
Ya tuhan.. aku lupa
meng-sms Andrew kalau aku sudah sampai di rumah di antar oleh Greyson. Ya
tuhan.. aku sangat merasa bersalah pada Andrew.
Reply to: Andrew
Delivered: 6:11 p.m
Text: Aku betu-betul minta maaf
sekali aku sudah sampai di Rumah. Greyson mengantarku. Aku lupa memberitahumu. Andrew,
kumohon kamu maafkan aku..
From: Andrew
Received: 6:12 p.m
Text: Tidak apa-apa, bukan
masalah bagiku:)Syukurlah kalau kamu sudah sampai dengan selamat.
Aku tidak menyangka,
Andrew sebaik itu.
To: +16260319457
Delivered: 6:14 p.m
Text: Grey, terimakasih ya untuk
tiketnya.Terimakasih juga sudah mengantarku pulang. Maaf sudah merepotkan :-)
-
From: +16260319457
Received: 6:17 p.m
Text: Aku bukan Greyson, hahaha
dia tadi meng-sms kau lewat nomorku.Dia sedang tidak ada pulsa.
-
Reply to: +16260319457
Delivered: 6:17 p.m
Text:Maksudmu? Jadi kamu siapa?
-
From: +16260319457
Received: 6:18 p.m
Text: Florencia, aku Zayn-_-
Kenapa kau pulang tadi?
Betapa malunya aku
sudah mengirim pesan tersebut pada Zayn. Aku segera menyimpan nomor kontak Zayn
agar tidak tertukar dengan nomor Greyson. Bagaimana bisa aku mengirim pesan
secara tiba-tiba ke nomor yang tidak jelas. Ya memang, aku mengira nomor itu
adalah nomor baru Greyson. Aku segera membalas sms Zayn.
Reply to: Zayn
Delivered: 6:19 p.m
Text:Haha maaf, Zayn.Hanya ingin
pulang :p Zayn, sebenarnya untuk apa Greyson membeli tidak sebanyak 4 buah? Dia
memenangkan undian atau membeli? ._.
-
From: Zayn
Received: 6:19 p.m
Text: Jadi kau belum tau? Dia
menjadi pemenang American Talent dia menyanyikan lagu dengan versi nya dan
piano version.Dan akhirnya dia mendapat kesempatan untuk menonton konser
idolanya.Sangat mencirikan, kau tidak pernah membuka youtube atau melihat tv.
-
Reply to: Zayn
Delivered: 6:20 p.m
Text:WAAAW.. aku benar-benar
tidak menyangka.Tapi, mengapa aku baru tau ya? Aku saja tidak tau kapan
American Talent dimulai. LOL
-
From: Zayn
Received: 6:20 p.m
Text: Payah kau. Dia memang sangat
berbakat! Sudah dulu ya,aku mau belajar. Bye!
Aku pun tidak
membalas pesan Zayn.
Walau Mom dan Dad masih sering
membuatku sedih, aku sudah bahagia dengan adanya teman-temanku yang hebat dan
menghibur. Dan Andrew, Annoying Andrew kini sudah berdamai dan bersenang-senang
denganku. Hahaha.
Bersambung...

uenak
BalasHapus